Cara Pencegahan Penyakit Jantung

Diantara sejumlah penyakit tak menular, penyakit kardiovaskular yakni penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke), adalah kontributor utama untuk beban global akibat penyakit. dibandingkan dengan tahun 1991 yang masih menduduki peringkat ke-5, penyakit jantung koronerĀ  mungkin merupakan penyebab paling umum kecacatan bagi setipa orang dalam tahun 2020. Penyakit jantung koroner menimbulkan serangan jantung dan akhirnya gagal jantung.

Pada tahun 1998, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, hampir sepertiga dari seluruh kematian global (15,3 juta) dan sekitar sepersepuluh dari ketidakmampuan hidup produktif total disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

Jantung harus senantiasa dirawat dan dijaga agar tetap dalam kondisi normal dan stabil dalam melaksanakan tugasnya dalam memompa darah dan oksigen bagi seluruh organ tubuh lainnya.

Untuk menjaga kondisi jantung tetap sehat tentunya harus dijaga dalam asupan makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Berikut ini ada beberapa tips dalam penyajian menu sehat untuk menjaga dan memelihara jantung tetap sehat, diantaranya adalah :

1. Mengganti minyak goreng dengan minyak berkadar lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak jagung, minyak biji matahari dan minyak yang mengandung asam lemak omega 3 atau minyak berkadara lemak rendah.

2. Mengurangi atau menghindari konsumsi lemak hewani seperti lemak yang terdapat pada daging sapi yang biasanya disajikan dalam makanan seperti bakso, sop kambing, daging kambing dll.

3. Membatasi asupan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, dengan batasan asupan kolesterol tidak lebih dari 100 gr per hari.

4. Membatasi konsumsi makan kuning telur, jika perlu 4-5 butir saja dalam seminggu.

5. Hindari makan jeroan yang mengandung lemak jenuh yang akan semakin mempertebal dan memperbanyak plak yang menempel di dinding pembuluh darah.

6. Mengurangi asupan makanan kecil seperti kue yang mengandung rasa manis yang tinggi

7. Mengganti daging dengan rajin mengkonsumsi ikan 2-3 kali dalam seminggu

8. Konsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti yang terdapat pada buah dan sayuran

9. Bila perlu konsumsi oatmeal yang diperuntukan untuk para penderita penyakit jantung

10. Perbanyak konsumsi makanan yang bersumber dari kacang-kacangan, gandum utuh, brokoli, sayuran hijau lainnya.

Posted in Pencegahan Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Jantung

Detak jantung yang tidak tetatur atau dalam istilah kedokterannya yaitu fibrilasi atrium yang merupakan salah satu faktor utama resiko stroke iskemik dan gejala ini belum banyak diketahui masyarakat Indonesia. Padahal resikonya lebih besar daripada faktor risiko yang lain. Fibrilasi atrium terjadi bila serambi jantung atau atrium berdetak tidak teratur. Dalam keadaan normal, jantung memiliki semacam generator dan kabel-kabel listrik sehingga denyut yang dihasilkan bisa berjalan teratur. Keadaan ini menyebabkan detak jantung menjadi tidak konsisten, kadang cepat, kadang malah melambat ini yang disebut dengan fibrilasi atrium.

Denyut jantung itu yang tidak teratur, membuat mereka rentan mengalami terbentuknya penggumpalan darah di dalam atrium yang jika pecah dan bergerak menuju otak akan berpotensi menyebabkan serangan stroke. Sayangnya fibrilasi atrium ini yang merupakan salah satu faktor risiko utama stroke iskemik yang sayangnya belum banyak dikenal oleh masyarakat. Stroke juga sering disebut sebagai penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian tertinggi untuk kategori penyakit tidak menular diperkirakan satu orang di dunia meninggal tiap 6 detik karena stroke atau hampir enam juta orang pertahunnya.

Selain detak jantung yang tidak beraturan, gejala lain dari fibrilasi atrium yang paling mudah diidentifiaksi adalah seringnya jantung berdebar-debar atau gemetar, nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, kesulitan bernapas, pusing dan pingsan, usia lanjut, pria, hipertensi, diabetes, penyempitan katup jantung, gagal jantung, dan penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung dan gangguan dari gejala jantung ini aka menimbulkan komplikasi pada penyakit lainnya, seperti stroke. Sementara itu, para ahli kesehatan menyarankan agar selalu mewaspadai detak jantung yang tidak teratur itu karena jika terkena stroke, biasanya akan berdampak lebih parah dibandingkan dengan faktor risiko yang lainnya.

http://www.kabarsehat.com/menu-agar-jantung-tetap-sehat.html/

Posted in Pencegahan Penyakit Jantung | Tagged , , , , , | Leave a comment

Plak atau Lemak Penyebab Penyakit Jantung

Dahulu, sakit jantung hanya diderita oleh kaum berada yang usianya sudah menginjak 50 tahun. Pada saat itu mereka mengira bahwa penyakit jantung adalah penyakitnya orang kaya, karena penyebabnya adalah konsumsi makanan yang enak dan mahal. Selain juga pengobatannya yang mahal dan hanya bisa dibeli oleh orang kaya saja. Namun, saat ini penyakit jantung juga banyak terjadi pada kaum pria dan mereka dengan usia yang relatif masih muda.

Serangan jantung atau yang dalam bahasa medis disebut sebagai heart attack adalah keadaan terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, sehingga menimbulkan aliran darah ke otot jantung menjadi terhenti. Keadaan ini akan menyebabkan otot jantung menjadi mati dan tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh pun akan kekurangan darah dan akhirnya mati.

Gambar penyempitan pembuluh darah akibat adanya plak yang menempel di dinding pembuluh darah

Menurut Dr. Sally A. Nasution, Sp.PD dari Divisi kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM menjelaskannya melalui gambar diatas :

Gambar diatas menerangkan pembuluh darah yang dipotong secara melintang dan memanjang. Pada saat kita baru saja dilahirkan (lihat gambar A), pembuluh darha tampak bersih, tidak tampak kerusakan di bagian dinding dalam pembuluh darahnya yang disebut dengan lumen.

Namun seiring bertambahnya usia (lihat gambar B), lumen pembuluh darah mulai ditempeli oleh lemak dan dindingnya pun mulai terlihat tidak rata. Semakin bertambah usia, lumen semakin menyempit dan tampak jelas plak-plak yang menempel di dinding pembuluh darah semakin tebal. Aliran darahnya pun menjadi kurang lancar.

Dr. Sally menjelaskan bahwa plak yang menempel pada dinding lumen pembuluh darah itu berisi lemak dan komponen peradangan. Lemak yang paling banyak adalah kolesterol jahat atau LDL. Semakin banyak kadar LDL dalam tubuh makan semakin tebal pula plak yang ada di lumen. Kadar kolesterol yang tinggi tidak hanya menyebabkan penebalan plak di lumen pembuluh darah, tapi juga memicu kerusakan dinding pembuluh darah. Dr. Sally juga mengatakan, kolesterol yang tinggi akan menyebabkan dinding pembuluh darah mudah robek atau terluka. Keadaan ini akan memicu datangnya sel-sel peradangan yang berisi leukosit (sel darah putih), makrofag, sel darah merah, platelet, dan komponen peradangan lainnya yang berusaha mengatasi dengan cara menambal pembuluh darah yang mengalami kerusakan tersebut.

Posted in Pencegahan Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment